Potret Kinerja Ekonomi Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada awal tahun 1990-an. Dari tahun 1987 hingga 1996, pertumbuhan PDB Indonesia telah mencapai 7,1% yang merupakan kinerja yang luar biasa selama satu dekade. Situasi ini terutama dipengaruhi oleh deregulasi keuangan di awal tahun 1980-an yang memicu peningkatan arus modal masuk dan pertumbuhan kredit yang besar. Akan tetapi, perekonomian yang terus mengalami overheat dan gelembung harga aset yang muncul pada awal tahun 1990-an juga menyebabkan perekonomian Indonesia rentan terhadap guncangan eksternal.

Pada tahun 1997, perekonomian Indonesia mengalami guncangan yang sangat besar akibat krisis mata uang yang meluas menjadi krisis perbankan, keuangan dan ekonomi secara umum. Sebenarnya, asal mula krisis bukan terutama disebabkan oleh kebijakan makroekonomi yang lemah, melainkan sistem keuangan yang kurang berkembang seperti sektor perbankan yang tidak sehat. Intinya, krisis Indonesia adalah krisis perbankan yang disebabkan oleh bank-bank yang mengambil terlalu banyak risiko mata uang asing.

Proses pemulihan perekonomian Indonesia telah menunjukkan kecepatan yang lambat akibat kompleksitas permasalahan domestik pada tahun 1997-2000. Ketegangan politik, misalnya, turut menyebabkan ketidakpastian dan menyebabkan program pemulihan tidak berjalan dengan baik kerjasama asean di bidang budaya .

Ketegangan tersebut tercermin dari nilai tukar rupiah yang melemah, ekspektasi kenaikan inflasi, dan perlambatan kegiatan ekonomi. Nampaknya meningkatnya ketidakpastian telah berkontribusi pada lambatnya pemulihan ekonomi di Indonesia, meskipun telah ada momentum pemulihan, yang ditunjukkan oleh tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi (4,8 persen) pada tahun 2000 dan kemajuan yang baik dalam reformasi perbankan serta utang korporasi. restrukturisasi sepanjang tahun.

Lambatnya proses pemulihan juga disebabkan oleh salah urus kebijakan ekonomi pada saat terjadi krisis. Di sektor perbankan, misalnya, penutupan bank-bank yang bangkrut menyebabkan bank menjadi run-bank dan menyebabkan perekonomian mengalami resesi yang dalam. Selain itu, kebijakan moneter ketat yang selalu menjadi bagian dari respon juga telah menimbulkan permasalahan di sektor investasi dan perbankan karena suku bunga yang tinggi.

Perbaikan bertahap dari proses pemulihan telah dimulai sejak tahun 2000, tercermin dari inflasi dan nilai tukar yang stabil, penurunan rasio hutang terhadap PDB dan defisit fiskal yang terkendali dalam 5 tahun terakhir. Lebih lanjut, Pertumbuhan PDB sebagai representasi dari kinerja ekonomi mencapai 4,9% selama 6 tahun sejak tahun 2000. Dari sisi kebijakan, kebijakan fiskal dan moneter selalu menunjukkan kinerja yang cukup konservatif. Tingkat inflasi rendah menurut standar negara berkembang, anggaran dikontrol secara wajar dalam banyak kasus, dan tingkat hutang pemerintah pada umumnya tidak berlebihan. Selain itu, pencapaian tersebut juga menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kebijakan ekonomi yang sehat.

Namun, kondisi makroekonomi yang stabil di Indonesia belum diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat atau berkualitas karena konsumsi masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Situasi ini teridentifikasi sebagai akibat dari kekakuan di sisi penawaran yang juga membuat kebijakan moneter dan fiskal tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Selain itu, di sektor perbankan, kinerja intermediasi yang masih rendah masih membayangi kinerja industri. Konsekuensinya, pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir tidak diikuti dengan penurunan pengangguran dan kemiskinan yang signifikan dan hanya berdampak kecil pada disparitas pendapatan.

Sebagai lanjutan dari pengantar ini, pengingat dari makalah ini disusun sebagai berikut. Bagian kedua membahas kinerja ekonomi di Indonesia dari tahun 2000-2006. Bagian ketiga mengungkapkan tantangan terkini terhadap kebijakan ekonomi. Terakhir, kata penutup disediakan di bagian keempat.

Baca Juga : Memakai Kemeja Mans

Perekonomian Indonesia pasca krisis menunjukkan proses pemulihan yang lambat karena kompleksitas permasalahan dalam negeri. Berdasarkan grafik di bawah ini, tahun pemulihan Indonesia adalah 7 tahun, dengan rata-rata persentase PDB tahunan mencapai 4,9% dari tahun 2000-2006. Namun secara umum, perekonomian Indonesia mengalami perbaikan bertahap sejak tahun 2000. Pertumbuhan PDB misalnya, tetap stabil sekitar 5% dari tahun 2000-2006. Pada tahun 2006, pertumbuhan PDB terutama diperkuat oleh stimulus fiskal dan kinerja ekspor yang kuat yang memitigasi dampak melemahnya daya beli masyarakat. Berdasarkan sektornya, pertumbuhan paling tinggi terjadi pada sektor primer dan jasa. Kuatnya kinerja kedua sektor tersebut pada gilirannya membantu mendorong pemulihan yang lebih cepat dalam kegiatan ekonomi pada tahun 2006.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *