Pakar Sebut Kemampuan Gelombang Baru Corona Timbul 2022

Gelombang baru pandemi Covid- 19 diprediksi hendak terjalin pada akhir 2021 ataupun dini 2022. Prediksi itu timbul bersumber pada pengalamannya mempelajari penyakit influenza di Michigan, Amerika Serikat( AS) tahun 1918.

Ilmuwan Universitas Michigan, Siddharth Chandra berkata penyusutan permasalahan Covid- 19 yang terjalin dalam sebagian waktu ini dapat jadi bukan tanda- tanda pandemi hendak berakhir. Riset dicoba Chandra serta rekan sudah diterbitkan di American Journal of Public Health.

” Hal- hal kurang baik masih dapat terjalin satu ataupun 2 tahun dari saat ini walaupun kami memandang penyusutan jumlah permasalahan saat ini,” ucap Chandra dikutip dari Futurity.

Chandra sudah menekuni penyakit influenza pada 1918 yang membunuh dekat 15. 000 penduduk Michigan, AS sepanjang satu dekade. Memakai informasi dari tahun 1918- 1920, Chandra mengenali terdapat 4 gelombang yang berbeda sepanjang penyakit menyebar di daerah tersebut.

Awal, gelombang puncak awal terjalin pada Maret 1918. Setelah itu terjalin lonjakan permasalahan kedua yang jauh lebih besar pada Oktober 1918, yang membuat gubernur Michigan memberlakukan larangan pertemuan publik di segala negeri bagian.

” Sama semacam pembatasan yang diberlakukan sepanjang pandemi Covid- 19,” ucapnya.

Sehabis 3 minggu dari gelombang kedua, jumlah permasalahan menyusut serta larangan dicabut. Tetapi, kebijakan itu menimbulkan puncak baru pada Desember 1918 Berita dan Informasi Tekno dan Gadget .

” Larangan itu tidak menghentikan penyebaran flu. Ini cuma menunda lonjakan permasalahan,” ucap Chandra.

Sehabis 3 gelombang itu, Chandra mengantarkan gelombang baru dengan jumlah permasalahan lebih besar dari gelombang tadinya terjalin 18 bulan setelah itu ataupun pada Februari 1920. Jumlah permasalahan pada gelombang itu lebih besar dari Oktober 1918.

Melansir MSU, gelombang baru pendemi influenza diprediksi diakibatkan oleh sebagian aspek, salah satunya cuaca dingin. Ia berkata temperatur dingin dengan kelembaban rendah mungkin besar membagikan keadaan maksimal untuk virus buat hidup serta menyebar.

Aspek lain yang memperburuk penyebaran merupakan tidak terdapat vaksin di masa itu.

Baca Juga ; Gagasan Buat Metode Membuat Gazebo Dari Bambu

” Pada 1918, tidak terdapat harapan buat vaksin. Di 2021, kita mempunyai vaksin yang ada,” katanya.

Belajar dari pengalaman pandemi influenza 1918, terdapat mungkin lonjakan semacam Februari 1920 hendak terjalin pada akhir 2021 ataupun dini 0222.

” Begitu banyak orang hendak senantiasa rentan hingga mereka memperoleh vaksin,” ucap Chandra.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *